6 Tanggapan untuk "Perkembangan Sosial Mediaku"

  1. setidaknya masih bisa update blog, jejaring sosial yang luput dari kebanyak orang di Indonesia :)

    terus semangat untuk menulis ;)

    BalasHapus
  2. Seorang teman mengatakan bahwa dia tidak begitu tertarik dengan media sosial. Buatnya, terlalu asik di media sosial adalah pekerjaan yang membuang-buang waktu. Kebalikan darinya, saya justru begitu tertarik dengan media sosial.
    So far, tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan teman saya itu, nyaris betul malah. Tapi karena saya terlalu tertarik dengan media sosial dan sudah memberi sedikit keuntungan buat saya, saya mencoba meminimalkan hal-hal yang membuang-buang waktu seperti: 1) menutup jendela chatting, sudah lebih setahun ini saya nggak pernah membukanya lagi, kalau ada perlu apa-apa dengan seseorang, saya tinggal mengiriminya pesan saja, begitu juga jika orang lain ada perlu dengan saya; 2) meng-hidden akun-akun tertentu; yang alay :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, kalau postingan dan orang-orang di akun kita disaring dengan baik, Facebook jadi sangat bermanfaat.

      Hapus
  3. Klo diawal niat pke fb supaya terconnect dgn teman2 diluar..skrg jadi suatu kebutuhan. Bahasan kuliah dan ujian slalu dibahas di group fb, user lbh mudah untuk berinteraksi dibandung dgn google group misalnya

    Jdnya fb slalu aktif.. klo g mau ketinggalan 1-2 materi (yg biasanya diselingi maen2 juga :D)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, apalagi sekarang pas sedang di Jerman. Komunikasi dengan kawan-kawan di Indonesia lebih sering lewat Facebook.

      Hapus