2 Tanggapan untuk "Kalau Jadi Seperti Amuba"

  1. Aku juga sering mikir gitu jack. dan banyak kayaknya yang berpikir serupa :D

    eniwei, aku curiga itu si nyak jeruk perut nipuin qe. ada tiga faktor sih:
    1. dia tahu qe gak tahu harganya karena jarang belanja
    2. itu harga sore.
    3. dia tahu qe kepepet karena nyari jeruk sore-sore jam 6 pula. jadinya harga sorenya makin menjadi.

    kalau mau husnudzon sih ada juga alasannya. Dia pasang harga tinggi karena memang itulah pedagang, tapi qe aja yang gak pande nawar :D

    kabar baiknya adalah, kalau merasa itu tak adil, anggap aja itu sedekah dan rejeki nyak-nyak itu sore itu :)

    BalasHapus
  2. Nggak tau mana yang betul Tan,
    Boleh lah dianggap sedekah kalau kemahalan dari harga aslinya,
    Toh jarang-jarang aku ke pasar,
    hehe...

    BalasHapus